MANDIRI - DEMOKRATIS - BERWAWASAN
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

04 Juni, 2009

Aksi Peduli Donor Darah

Untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perhutani Unit II Jatim bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Surabaya, menggelar acara donor darah (4/7) di Graha Perhutani, acara tersebut diikuti sedikitnya sekitar 70 orang anggota DWP dan karyawan Perum Perhutani.
Kegiatan donor darah ini akan terus diagendakan secara rutin, kata Ketua DWP Perhutani Jatim, Tri Prasetyo Ningrum, ini adalah yang ketiga kalinya yang dilaksanakan oleh DWP, tambahnya.
Diharapkan kedepan seluruh karyawan Perhutani yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor bisa menyumbangkan darahnya, sebagai wujud kepedulian kepada orang yang membutuhkannya, dalam kegiatan bakti sosial itu DWP Perhutani Unit II juga membagikan bingkisan kepada para pendonor sebagai ungkapan terimakasih telah meyumbangkan darahnya.
Para pendonor baru juga mendapatkan kartu donor sesuai dengan golongan darahnya, sehingga mereka bisa mendonorkan darahnya sendiri ke PMI, unit transfusi darah setiap tiga bulan sekali.
Memang mendengar kata donor darah, banyak orang yang bergidik ngeri membayangkan jarum suntik ditusukkan ke kulit. Belum lagi anggapan yang mengatakan donor darah membuat darah dalam tubuh berkurang. Ketakutan dan mitos yang salah semacam itu sering menghalangi seseorang menyumbangkan darahnya.
Kegiatan yang digelar secara rutin ini, Selain bersifat mulia, mendonorkan darah ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh, kata Doni salah satu petugas pendonor. Diantaranya adalah mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh, menurunkan resiko terkena penyakit jantung, dan membuat badan lebih sehat dan bugar, imbuhnya.
Menurutnya kesadaran donor darah darah di Indonesia memang masih sangat rendah, sehingga terjadi ketimpangan antara kebutuhan dengan ketersediaan darah. Bencana yang bertubi-tubi menimpa Indonesia, wabah penyakit seperti demam berdarah, sementara jumlah pendonor sedikit membuat PMI kewalahan memenuhi permintaan darah.
Melihat kenyataan itulah DWP Perhutani Unit II berinisiatif untuk terus menggugah kepedulian, baik anggotanya juga kepada segenap karyawan Perhutani untuk menyumbangkan darah secara rutin, karena hal ini adalah sebuah panggilan hati kepada orang yang membutuhkannya. Setidaknya kita sudah meluangkan waktu sebagai pendonor untuk menyelamatkan nyawa orang lain, kata Tri Praseyo Ningrum.
Selengkapnya... “Aksi Peduli Donor Darah”
Read On 0 komentar

DWP Peringati Hari Kartini

Tri Prasetyaningrum : Istri Harus Jadi Teman Diskusi

Melalui hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perum Perhutani Unit II Jatim, Ny Tri Tedjo Rumekso mengajak seluruh anggotanya untuk ikut mensukseskan program Perhutani Hijau 2010.

’’Sebagai istri, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mendukung kerja bapak-bapak (suami) untuk terus fokus mewujudkan Perhutani Hijau 2010. Kita ingatkan kalau 2010 itu sudah dekat, jadilah sebagai pendengar dan teman diskusi bagi bapak di rumah. Sebarkan dan dengungkan terus semangat serta keyakinan bahwa Perhutani Hijau 2010 pasti terwujud,’’ ucapnya dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2008 yang digelar Senin (21/4) lalu di ruang Tectona, Graha Perhutani, Surabaya. Ratusan anggota DWP dan karyawati berbusana kebaya menghadiri acara peringatan tersebut.

Menurutnya, meski terlahir pada zaman feodalisme, Raden Ajeng Kartini ketika itu mampu menjadi seorang perempuan mandiri, berpikiran maju dan berjuang untuk penyetaraan hak-hak kaumnya yang sangat terbelenggu. Satu hal yang paling mencolok, ketika itu perempuan tidak bisa mengecap pendidikan sama seperti kaum laki-laki.

Oleh karena itu, kita patut bersyukur karena terlahir pada masa yang jauh lebih baik daripada zaman Kartini. Berkat perjuangannya, kini kaum perempuan bisa menikmati pendidikan dan berkarir, menjadi mitra sejajar kaum laki-laki.

’’Sebagai istri pegawai Perhutani, tidak banyak yang berkarir namun bukan karena tidak mampu melainkan keadaan yang memaksa kita harus mengalah. Begitu besarnya beban dan tanggungjawab suami terhadap perusahaan membuat kita, para istri dengan rela dan ikhlas melepas keinginan untuk berkarir agar suami tetap fokus pada tanggungjawabnya kepada perusahaan dan mensukseskan program Perhutani Hijau 2010 dan mari kita dukung itu,’’ ujarnya lagi.

Dalam peringatan yang digelar sehari itu, anggota DWP dan para karyawati mendapat seminar singkat tentang personality Development dan diikutkan dalam beragam lomba mulai dari fashion show berkebaya serasi ala Kartini, menggulung stagen, mewiru kain hingga permainan berupa menempel gambar dengan mata tertutup.

Tawa riang dan sorak sorai mewarnai lomba fashion show ketika para peserta yang pada umumnya dari kalangan ibu-ibu itu berlenggak-lenggok diatas cat walk memamerkan kebaya yang mereka pakai. Lomba menempel gambar kumis tepat di lukisan wajah yang sudah disiapkan panitia juga tak kalah serunya. Sebab para peserta diharuskan menempel kumis tepat di lukisan dengan mata tertutup.
Selengkapnya... “DWP Peringati Hari Kartini”
Read On 0 komentar
 
© DWP Perhutani Unit II Jatim